Meditasi dengan Buddha

Print Friendly, PDF & Email
Thangka image of the Buddha.

Shakyamuni Buddha

Marilah kita mengamati napas selama beberapa menit untuk menenangkan batin.

Renungkan kualitas-kualitas cinta kasih, welas asih, kebijaksanaan, upaya-upaya terampil tanpa batas beserta kualitas-kualitas indah lainnya yang hendak Anda kembangkan. Bagaimanakah rasanya memiliki kualitas-kualitas itu? Cobalah rasakan kondisi ekspansif dan damai dari memiliki hati yang bijak dan welas, hati yang meraih keluar tanpa tebang-pilih untuk berupaya memberikan manfaat bagi semua makhluk.

Kualitas cinta kasih, welas asih, kebijaksanaan, berbagai upaya terampil dan sebagainya ini sekarang muncul dalam wujud fisik Buddha di ruang terbuka di hadapan Anda. Buddha duduk di atas singgasana. Di atas singgasana ada bunga teratai mekar, serta lapik matahari dan bulan. Tubuh Buddha terbentuk dari cahaya terang dan transparan, begitu pula seluruh visualisasiNya. Tubuh Buddha berwarna emas, dan beliau menggenakan jubah monastik. Telapak tangan kananNya diletakkan di atas lutut kanan, telapak tangan kiri diletakkan di pangkuan, memegang mangkuk berisikan nektar, yang merupakan obat untuk menyembuhkan kekotoran batin serta hambatan-hambatan lainnya. Wajah Buddha anggun. Senyuman dan tatapan-Nya yang penuh welas asih kepada Anda dengan penerimaan seutuhnya, dan secara bersamaan merangkul seluruh makhluk hidup. Mata Buddha panjang, kecil, dan damai. Bibir Buddha berwarna merah, cuping telinga-Nya panjang.

Cahaya memancar dari setiap pori-pori tubuh Buddha, menjangkau setiap pelosok alam semesta. Sinar-sinar ini membawah miniatur Buddha yang tidak terhitung jumlahnya, beberapa di antara para Buddha keluar untuk membantu makhluk hidup, sementara lainnya melebur kembali ke Buddha setelah menyelesaikan tugas-Nya.

Buddha dikelilingi oleh seluruh silsilah guru-guru spiritual, semua istadewata meditasi, juga para Buddha, bodhisatwa, arahat, daka, dakini, serta pelindung Dharma yang tidak terhitung jumlahnya. Di samping masing-masing mentor spiritualnya terdapat meja elegan. Di atas masing-masing meja terdapat kitab Dharma.

Anda duduk dikelilingi oleh seluruh makhluk hidup dalam wujud manusia. Ibunda duduk di sebelah kiri, sementara ayahanda duduk di sebelah kanan. Mereka yang tidak Anda sukai duduk di depan. Semuanya memandang ke arah Buddha, memohon bimbingan-Nya.

Perlindungan dan Bodhicitta

Untuk menumbuhkan rasa perlindungan, pertama-tama renungkan bahaya-bahaya lingkaran sengsara dengan mengingat rasa tidak aman, ketidakpuasaan, dan penderitaan. Kemudian, renungkan seluruh makhluk hidup yang juga berputar-putar di lingkaran sengsara, serupa dengan Anda, lalu tumbuhkan welas asih kepada mereka. Terakhir, renungkan kualitas-kualitas luar biasa yang dimiliki oleh para Buddha, Dharma, dan Sangha, lalu tumbuhkan keyakinan atas kemampuan mereka untuk membimbing Anda keluar dari segala permasalahan yang berulang-ulang di dalam lingkaran sengsara. Karena dengan tubuh dan batin yang Anda miliki saat ini, Anda memiliki peluang untuk terbebas dari pengalaman-pengalaman yang tidak diinginkan itu, bulatkan tekad untuk menggunakan peluang itu sebbaik-baiknya. Rasakanlah keyakinan dan kepercayaan yang kuat kepada Tiga Permata, bukalah hati Anda untuk bertumpu kepada Tiga Permata agar mereka membimbing Anda dan semua makhluk hidup lainnya keluar dari penderitaan lingkaran sengsara menuju kedamaian kesadaran sepenuhnya dan pembebasan.

Ketika Anda mengambil perlindungan, bayangkan Anda memimpin seluruh makhluk hidup di sekitar juga berlindung kepada Tiga Permata. Visualisasikan sinar terang memancar dari para mentor spiritual, para Buddha, bodhisatwa, dan istadewata suci lainnya menuju diri Anda dan seluruh makhluk hidup di sekeliling. Cahaya ini menyucikan seluruh jejak karma destruktif dan kekotoran batin. Sinar ini juga memperkaya Anda dengan seluruh kualitas-kualitas positif dan realisasi jalan.

Namo Gurubhya.
Namo Buddhaya.
Namo Dharmaya.
Namo Sanghaya. (3x atau 7x)

Rasakan diri Anda dan semua makhluk hidup lainnya sudah berada dalam perlindungan Tiga Permata.

Sekarang, curahkan pikiran Anda kepada makhluk lain dan renungkan seberapa banyak kita bergantung kepada mereka atas segala hal yang kita nikmati dan ketahui dalam kehidupan ini. Makanan, pakaian, dan segala sesuatu yang kita gunakan dan nikmati adalah hasil dari daya upaya mereka. Demikian juga dengan pengetahuan, bakat, dan kualitas-kualitas baik yang kita miliki juga dikembangkan atas kebaikan mereka. Bahkan kemampuan kita untuk berlatih Dharma dan memperoleh realisasi juga bergantung pada kemurahan hati seluruh makhluk hidup.

Sama seperti harapan terdalam hati Anda adalah untuk terbebaskan dari penderitaan dan hidup dalam kebahagiaan, maka semua makhluk hidup juga memiliki aspirasi serupa. Namun, seperti Anda, makhluk-makhluk itu juga menghadapi penderitaan dan permasalahan dalam kehidupannya. Seringkali, kesulitan yang mereka alami jauh lebih sulit daripada kesulitan kita.

Periksa kapasitas Anda untuk membantu mereka. Saat ini, kemampuan Anda untuk menolong mereka masih terbatas. Namun, jika Anda mampu mengurangi ketidaktahuan, kemarahan dan kemelekatan serta sifat-sifat buruk lainnya, dan meningkatkan kualitas-kualitas baik seperti kedermawanan, ketabahan hati, cinta kasih, welas asih, serta kebijaksanaan, maka Anda mampu memberikan manfaat yang lebih besar lagi. Jika Anda mencapai Buddha yang tercerahkan sempurna, maka Anda bisa memberikan manfaat yang paling besar kepada seluruh makhluk hidup. Untuk itu, tumbuhkan niat altruistis untuk menjadi Buddha supaya bisa memberi manfaat kepada semua makhluk hidup dengan efektif. Ketika Anda mendaraskan doa perlindungan dan bodhicitta, cahaya terang mengalir dari para Buddha dan seluruh makhluk suci ke dalam diri Anda dan seluruh makhluk hidup di sekeliling, menyucikan dan memperkaya batin Anda dan seluruh makhluk hidup.

Aku berlindung kepada Buddha, Dharma, dan Sangha sampai aku mencapai pencerahan. Melalui kebajikan yang aku ciptakan dengan melatih kedermawanan serta paramita lainnya, semoga aku mencapai ke-Buddha-an demi memberikan manfaat bagi semua makhluk hidup.”(3x)

Buddha sangat gembira dengan niat altruistis itu. Sebuah replika muncul dari Buddha menuju ke atas kepala Anda. Replika itu melebur menjadi sinar terang keemasan, kemudian sinar itu mengalir ke dalam diri Anda, sehingga Anda dan Buddha menjadi tidak terpisahkan. Rasakan kedekatan Anda dengan Buddha, dan rasakan batin Anda terinspirasi dan bertransformasi.

Lepaskan seluruh pemikiran yang Anda miliki mengenai diri Anda sendiri, terutama pikiran-pikiran yang merendahkan diri sendiri, serta konsep keberadaan inheren, dan meditasikan kesunyataan. (Meditasi)

Di hati Anda muncul Buddha kecil yang terbentuk dari cahaya. Beliau memancarkan sinar kebijaksanaan dan welas asih ke seluruh penjuru alam semesta. Cahaya ini mentransformasikan seluruh makhluk hidup menjadi Buddha, juga mentransformasikan seluruh lingkungan menjadi tanah murni – yaitu tempat-tempat dengan kondisi yang kondusif untuk berlatih Dharma dan menghasilkan realisasi sang Jalan. (Meditasi)

Anda sudah mentransformasikan seluruh makhluk hidup dan lingkungan mereka menjadi makhluk-makhluk tercerahkan dan tanah murni dalam imajinasi Anda. Namun mengapa hal ini belum menjadi kenyataan? Karena kita sebagai makhluk hidup biasa memiliki bias dan prasangka. Kita juga kurang memiliki cinta kasih, welas asih, dan sukacita. Dengan mengharapkan diri sendiri dan makhluk lain untuk memiliki kualitas-kualitas ini, mari kita renungkan Empat Hal Tidak Terukur. Perkuat rasa cinta kasih, welas asih, sukacita dan kesetaraan batin terhadap semua orang: teman, sanak keluarga, orang asing, juga mereka yang tidak Anda sukai, tidak Anda percayai, tidak Anda setujui, serta mereka yang pernah melukai Anda di masa lalu.

Semoga semua makhluk hidup memperoleh kebahagiaan dan sumber kebahagiaan.
Semoga semua makhluk hidup terbebas dari penderitaan dan sumber penderitaan.
Semoga semua makhluk hidup tidak terpisahkan dari kebahagiaan tanpa kesedihan.
Semoga semua makhluk hidup berada dalam kesetaraan batin, bebas dari bias, kemelekatan dan kemarahan.

Doa Tujuh Cabang

Sekarang, persembahkan Doa Tujuh Cabang untuk menyucikan diri dari kenegatifan dan menciptakan jasa kebajikan.

Dengan penuh hormat aku bersujud dengan tubuh, ucapan, dan pikiranku,

Bayangkan Anda dan seluruh makhluk hidup di seluruh penjuru semesta membungkuk hormat ke ladang kebajikan.

dan mempersembahkan awan-awan yang terdiri dari berbagai macam persembahan, baik yang nyata maupun yang ditransformasikan dalam batin.

Bayangkan segala objek indah yang bisa Anda bayangkan dan persembahkan ke ladang kebajikan. Bayangkan langit yang dipenuhi berbagai macam persembahan indah, kemudian haturkan persembahan tersebut. Juga bayangkan segala benda dan orang yang menjadi objek kemelekatan Anda, kemudian persembahkan ke ladang kebajikan.

Aku mengakui seluruh tindakan destruktif yang sudah aku lakukan sejak waktu yang tidak berawal,

Akui kesalahan-kesalahan dan tindakan-tindakan merusak yang Anda lakukan di masa lalu, kemudian sucikan hal-hal tersebut melalui empat kekuatan oposisi: 1) penyesalan; 2) mengambil perlindungan dan membangkitkan bodhicitta, 3) meneguhkan hati untuk tidak melakukan tindakan yang sama lagi, dan 4) melakukan kegiatan perbaikan.

serta bersukacita atas kualitas baik yang dimiliki seluruh makhluk suci dan makhluk biasa.

Renungkan kualitas baik yang dimiliki oleh seluruh makhluk suci dan makhluk biasa dan rasakan kebahagiaan. Tinggalkan perasaan-perasaan iri hati, cemburu; bersukacita-lah atas segala kebaikan yang ada di dunia ini.

Mohon tetap hadir di sini hingga berakhirnya eksistensi sengsara

Persembahkan Vajra ganda, simbol dari usia panjang, kepada ladang kebajikan, dan memohon semua anggota ladang kebajikan agar berusia panjang dan selalu menjadi bagian dari hidup kita.

dan memutar roda Dharma untuk semua makhluk hidup.

Persembahkan roda Dharma berjeruji seribu ke ladang kebajikan, memohon mereka untuk mengajarkan Dharma dan membimbing Anda dalam latihan.

Aku mendedikasikan seluruh kebajikanku dan kebajikan semua makhluk untuk pencerahan agung.

Setelah bersukacita atas kebajikan diri sendiri dan semua makhluk, dedikasikan kebajikan tersebut untuk pencerahan Anda dan seluruh makhluk hidup.

Persembahan Mandala

(Opsi lain: lakukan latihan persembahan yang ekstensif)

Dengan keinginan untuk mempersembahkan segala sesuatu yang ada di alam semesta untuk menerima ajaran Dharma dan merealisasikannya dalam arus pikiran, bayangkan seluruh alam semesta dan hal-hal indah yang berada di dalamnya. Kemudian persembahkan semesta dan segala isinya ke ladang kebajikan dengan penuh rasa hormat.

Tanah ini, diurapi dengan wewangian, bunga yang bertebaran,
Gunung Meru, empat daratan, matahari dan rembulan,
diimajinasikan sebagai tanah Buddha dan dipersembahkan kepada-Mu
semoga semua makhluk menikmati tanah suci ini.

Objek-objek kemelekatan, kebencian, dan ketidaktahuan - teman, musuh, dan mereka yang tidak dikenal; tubuhku, kekayaanku, dan hal-hal yang aku nikmati - seluruhnya aku persembahkan tanpa rasa kehilangan. Mohon terima persembahan ini dengan kegembiraan, serta beri kami semua inspirasi untuk membebaskan diri dari tiga perilaku beracun.

Idam guru ratna mandala kam nirya tayami.

Semua makhluk yang berada di ladang kebajikan menerima persembahan Anda dengan penuh sukacita. Persembahan-persembahan ini melebur menjadi sinar dan menyerap masuk ke hati Buddha. Dari hati Buddha, cahaya bersinar ke diri Anda, mengisi tubuh dan batin Anda, dan memberi inspirasi bagi Anda untuk menyempurnakan jalan.

Permohonan Inspirasi

Untuk dapat maju dalam jalan dan mengembangkan realisasi jalan menuju pencerahan, Anda membutuhkan inspirasi dari silsilah keturunan mentor spiritual, terutama guru utama atau guru akar, yaitu guru yang mampu menyentuh hati Anda secara mendalam dengan Dharma. Untuk itu, memohonlah:

Guru akar yang mulia dan berharga, duduk di singgasana dari bunga lotus dan bulan di atas kepalaku. Guru akar yang mulia dan berharga, membimbingku dengan kemurahan hati yang luar biasa, mohon anugerahi aku dengan pencapaian tubuh, ucapan, dan batin-Mu.

Replika guru akar Anda dalam aspek Buddha muncul dari Buddha di hadapan Anda lalu mendatangi Anda dan duduk di atas lapik bulan di atas kepala Anda, menghadap ke arah yang sama seperti Anda. Buddha di atas kepala Anda bertindak sebagai wakil Anda dalam memohon inspirasi dari seluruh ladang kebajikan, bersamaan dengan Anda memohon kepada guru-guru silsilah:

Buddha, guru dan pembimbing yang tidak tertandingi; Yang Mulia Maitreya sang pelindung, penerus Buddha; Asanga yang Unggul, yang telah disabdakan oleh Buddha; kepada-Mu, tiga Buddha dan Bodhisatwa, aku memohon.

Buddha, kepala klan Sakya, pembimbing yang utama, tiada bandingannya dalam membabarkan kesunyataan; Manjushri, perwujudan kebijaksanaan Buddha yang menyeluruh; Nagarjuna yang mulia, yang terbaik dari yang unggul, yang melihat makna yang mendalam; kepada-Mu, tiga permata terpenting dalam pembabaran jernih, aku memohon.

Atisha, penjunjung kendaraan mulia ini, Ia yang melihat kedalaman kemunculan yang saling bergantung; Rinpoche Drom, penerang jalan yang baik ini; kepada-Mu, dua ornamen dunia, aku memohon.

Awalokiteshwara, harta karun mulia dengan welas asih tanpa objek; Manjushri, ahli kebijaksanaan tanpa noda; Tsongkhapa, permata mahkota dari para bijaksana di Daratan Bersalju, Lobsang Drakpa, aku memohon di hadapan-Mu.

Pemegang lotus putih, perwujudan welas asih dari seluruh penakluk, pembimbing yang memberi manfaat bagi seluruh makhluk penjelajah di daratan gunung bersalju dan daerah lainnya, satu-satunya dewa dan perlindungan, Tenzin Gyatso, di hadapan-Mu aku memohon.

Mata yang telah melihat kitab suci yang tidak terhingga, pintu utama bagi mereka yang beruntung dan akan menyeberang ke kebebasan spiritual, para penerang dengan cara-cara bijak yang bergetar penuh welas asih, kepada semua silsilah mentor spiritual, aku memohon.

(opsi lain: ulas kembali jalan bertahap dengan mendaraskan Pondasi Kualitas-kualitas Baik, Tiga Aspek Utama Sang Jalan, atau Tiga Puluh Tujuh Latihan Para Bodhisatwa)

Seluruh figur di ladang kebajikan melebur menjadi sinar dan menyerap masuk ke figur pusat Buddha di hadapan Anda. Sebagai perwujudan Tiga Permata, Buddha sekarang melebur ke Buddha yang duduk di atas kepala Anda. Ketika Anda mendaras mantra Buddha, sinar putih yang tidak terhingga mengalir dari Buddha ke dalam diri Anda, menyucikan kenegatifan dan penghalang, serta menghasilkan realisasi-realisasi jalan bertahap di dalam diri Anda.

SB mantra prayer 01 (download)

Tayata om muni muni maha muniye soha  (sekurang-kurangnya 21x)

Meditasi Jalan Bertahap

Sekarang lakukan salah satu meditiasi analitis dari Jalan Bertahap.

Pencerapan

Setelah selesai melakukan meditasi, Buddha di atas kepala Anda melebur menjadi sinar dan menyerap masuk ke dalam diri Anda. Tubuh, pikiran, dan batin Anda menjadi tidak terpisahkan dari tubuh, pikiran dan batin Buddha. (Meditasi)

Dedikasi

Dedication prayer (download)

Dengan kebajikan ini, semoga kita segera
meraih kondisi pencerahan Guru Buddha,
sehingga kita mampu membebaskan
seluruh makhluk hidup dari penderitaan.

Semoga batin bodhi yang berharga
yang belum terlahir, segera muncul dan bertumbuh.
Semoga batin bodhi yang sudah terlahir tidak pernah merosot,
namun terus berkembang sekarang dan selama-lamanya.

Lihat artikel ini dalam Bahasa Inggris: Meditation on the Buddha

Find more on these topics: , , , , , ,