Kriteria kepercayaan

Bagian dari seri diskusi Bodhisattva’s Breakfast Corner mengenai kepercayaan

  • A A A
    • Menelaah kriteria yang kita gunakan untuk memercayai seseorang
    • Kita memiliki peran masing-masing dalam suatu hubungan, sehingga kita harus memberikan kepercayaan yang sesuai

    Kriteria kepercayaan (download)

    10-04-12 Criteria of Trust – BBCorner

    Topik mengenai kepercayaan seringkali muncul di dalam komunitas dari waktu ke waktu, dan saya rasa ada baiknya untuk membicarakan topik ini, serta bertanya pada diri kita sendiri kriteria apakah yang kita gunakan untuk memutuskan apakah kita memercayai seseorang atau tidak.

    Contohnya, ketika Anda naik pesawat, Anda memercayakan nyawa kepada pilot. Anda bahkan tidak mengenal pilot tersebut. Terkadang, kita memercayai orang yang tidak kita kenal. Atau mungkin Anda kenal dengan pilot tersebut, namun Anda tidak menyukainya secara pribadi, tetapi Anda mengetahui bahwa ia adalah pilot yang handal, Anda masih memercayainya. Atau ketika Anda pergi ke dokter, kemudian dokter mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak ingin Anda dengar, misalnya Anda harus dioperasi, atau Anda harus minum obat yang tidak enak. Jika dokter memberitahu sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan, dan Anda tidak suka mendengar hal tersebut, apakah itu berarti Anda berhenti memercayai dokter? Saya harap tidak begitu.

    Ketika Anda menjadi orangtua dan sedang mendidik anak, terkadang Anda harus melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh anak. Ketika kita masih anak-anak, apakah kita berhenti memercayai orangtua ketika mereka melakukan hal tertentu yang tidak kita sukai? Terkadang, hal yang mereka lakukan sangat menyiksa, kemudian kita memang berhenti memercayai mereka. Lain waktu, mereka melakukan hal yang tidak kita sukai, namun kita berhasil melewatinya. Banyak kejadian seperti itu yang saya pikirkan lagi saat ini, dan saya merasa bersyukur orangtua saya melakukan hal-hal tersebut. Saya memercayai orangtua untuk membesarkan saya sehingga menjadi orang dewasa yang mampu berguna dengan baik di dunia.

    Apa yang ingin saya jelaskan adalah, kita harus benar-benar melihat apa yang menjadi kondisi dan kriteria untuk memercayai seseorang, karena jika kita menggunakan kriteria yang salah, kita bisa terjebak dalam kesulitan. Sebagai contoh, kalau setiap kali kita menyukai seseorang, kemudian kita memercayai mereka sepenuhnya, itu bukanlah tindakan yang bijak, bukankah begitu?

    Setiap orang memiliki kemampuan dan kualitas yang berbeda-beda, sehingga kita harus memahami bagaimana kita memercayai berbagai macam orang. Hanya karena kita menyukai seseorang belum tentu menjadi kriteria yang tepat untuk memercayai mereka. Seseorang bisa jadi sangat menyenangkan untuk berkumpul, ia lucu dan menarik, dan kita menyukai kehadirannya, namun kita tidak akan memberikan uang kepadanya. Atau kita tidak akan mengajak mereka tinggal di rumah kita. Kita mungkin sangat menyukai seseorang, namun tidak memercayai mereka dalam area-area tertentu. Seperti yang saya jelaskan, mungkin ada orang yang tidak kita sukai, tapi sangat kita percaya. Anda mungkin kenal dengan sang pilot dan tidak menyukainya, namun Anda memercayainya.

    Saya pikir, kriteria yang tepat untuk mempercayai seseorang mengenai hal tertentu adalah apakah mereka mengetahui tanggung jawab dalam peranannya, apakah mereka memenuhi tanggung jawab tersebut, karena kita memiliki peranan yang berbeda-beda dalam berhubungan dengan orang lain.

    Pertama-tama, apakah orang itu mengetahui peranan mereka, apakah yang seharusnya menjadi keahlian mereka? Kedua, apakah mereka menjalankan peranan mereka secara baik dalam hubungannya dengan kita? Saya pikir ini adalah kriteria yang tepat. Bukan pada apakah kita menyukai mereka atau tidak, apakah mereka melakukan hal yang kita sukai, mengatakan hal yang kita inginkan, karena pada dasarnya jika kita berhenti memercayai setiap orang yang melakukan sesuatu atau mengatakan hal yang tidak kita sukai, maka siapa yang akan kita percayai? Tidak seorang pun. Pada suatu waktu, semua orang akan mengatakan atau melakukan hal yang tidak kita suka. Inilah samsara.

    Bahkan ketika Buddha masih hidup, Beliau mengatakan hal-hal yang tidak disukai oleh siswa-siswaNya. Beliau memarahi para siswa. Beliau menyuruh para siswa untuk tidak melakukan hal-hal tertentu yang sangat ingin mereka lakukan. Para siswa marah pada Buddha. Karma seperti apa yang Anda ciptakan pada saat itu? Sehingga, bahkan Buddha, seseorang yang sangat terpercaya, beberapa orang masih tidak memercayaiNya karena mereka tidak menggunakan kriteria dengan tepat. Mereka menggunakan kriteria “Apakah orang ini mengatakan hal-hal yang ingin saya dengar?”

    Ketika kita pergi ke dokter, dan tanggung jawab seorang dokter adalah menyembuhkan kita, namun sebaliknya ia justru mengatakan apa yang ingin kita dengar seperti, “Ada tumor di tubuh Anda, tapi tidak apa-apa, Anda tidak memerlukan operasi. Anda tidak perlu minum obat-obatan yang tidak enak itu. Tumor ini tidak apa-apa.” Maka dua bulan kemudian Anda akan meninggal. Anda mungkin memercayai dokter tersebut, namun sesungguhnya dia tidak benar-benar bisa dipercaya.

    Sementara seorang dokter yang mengatakan banyak hal yang tidak ingin Anda dengar mungkin adalah dokter yang justru akan menyembuhkan Anda. Kita harus memikirkan hal-hal seperti ini, dan tidak membiarkan benak kita yang egois menghalangi kita untuk mengetahui siapa yang dapat dipercaya dalam situasi tertentu.

    English version: Criteria of trust

    Find more on these topics: , , , ,