Makna Hidup yang Berharga Ini

Print Friendly, PDF & Email

Ketika anda akan meninggal, anda berharap dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk apa? Biksuni Thubten Chodron berbagi tentang bagaimana terhubung dengan orang lain dan mengembangkan kualitas-kualitas baik kita akan menghasilkan kebahagiaan sejati bagi hidup kita yang berharga.

Makna Hidup yang Berharga Ini

Venerable Thubten Chodron (VTC):
Hidup kita sangat berharga dan penting sekali bagi kita untuk memahami ini. Bagaimana caranya membuat hidup kita bermakna?

Karena kita lah yang memberikan makna kepada kehidupan kita.

Dan saya rasa makna hidup kita harus berkaitan dengan hubungan kita dengan orang lain dan mampu memberikan manfaat bagi mereka.

Karena jika anda renungkan, suatu hari kita pasti akan meninggal, hal ini tidak dapat dihindari.

Saat menjelang kematian, apakah kita mau melihat kembali ke kehidupan kita dan berkata “Oh, saya seharusnya kerja lembur lebih banyak lagi” “Atau saya seharusnya mengalahkan orang itu di permainan ini, atau apapun juga.”

Tidak. Orang-orang tidak menyesali hal-hal seperti itu saat menjelang kematian.

Yang mereka sesali adalah tidak memiliki hubungan dengan orang dekatnya.

Maka saya pikir ini adalah salah satu tujuan utama hidup yaitu menemukan potensi dalam diri kita sendiri, dan bagian dari potensi itu harus berkaitan dengan membuka hati kita dengan cinta dan kasih sayang serta memiliki niat altruistik kepada sesama.

Pemuda:
Di akhir hidup saya saya berharap saya punya lebih banyak waktu untuk membahagiakan keluarga saya dan bermeditasi dan melakukan hal-hal yang membahagiakan orang-orang di sekitar saya.

Venerable Thubten Chonyi:
Di akhir hidup, saya berharap saya akan memiliki kepuasan bahwa saya telah sungguh-sungguh mengunakan hidup dengan baik dan memberi manfaat untuk yang lain, memperdalam pengertian saya tentang segala sesuatu sebagaimana adanya agar saya dapat meninggal dengan pikiran yang damai dan bahagia.

Wanita muda:
Saya berharap bahwa saya menghabiskan lebih banyak waktu menumbuhkan welas asih dan kebijaksanaan sehingga saya mampu menolong lebih banyak orang.

Venerable Thubten Tarpa:
Di akhir hidup, saya berharap telah menghabiskan lebih banyak waktu – sesungguhnya, saya tidak perlu menunggu, saya bisa melakukannya sekarang – yaitu untuk menumbuhkan hati yang terbuka dan baik. Mengapa menunggu?

VTC:
Kita memiliki kemampuan untuk melihat ke dalam hati orang, dan melihat bahwa kita semua memiliki kesamaan, yaitu kita semua menginginkan kebahagiaan dan kita tidak ingin mengalami penderitaan. Jika kita memfokuskan benak dan membuka hati pada kesamaan ini, maka siapapun yang sedang bersama kita dan dimanapun kita berada, kita terhubung dengan orang lain dan bisa memberi manfaat untuk mereka.

Kita kadang berpikir bahwa kepribadian kita itu tetap. Itu keliru. Kita tidak seperti itu. Kita dapat berubah dengan sangat mudah, dan sesungguhnya kita dapat mengubah diri kita. Kita bisa melihat dengan mendalam apa saja nilai-nilai bajik yang ingin kita terapkan, serta perbuatan dan nilai-nilai tidak bajik yang ingin kita tinggalkan. Kita bisa memutuskan sendiri. Lalu, kita mulai melatih benak kita.

Melatih benak kita untuk melihat bahwa semua orang setara dalam menginginkan kebahagiaan dan tidak menginginkan penderitaan adalah pintu untuk melampaui kemelekatan terhadap teman, kebencian terhadap orang-orang yang tidak kita sukai, serta ketakacuhan terhadap orang yang tidak kita kenal. Kita harus melampaui ketiga hal ini. Semakin kita membuka hati tanpa memilih-milih, maka kita akan merasa semakin bahagia.

Maka, mari kita semua berusaha untuk membuat hidup kita yang sangat berharga ini menjadi sangat bermakna dengan cara ini.

Find more on these topics: , , , ,