Keindahan Sravasti Abbey

Print Friendly, PDF & Email

Sravasti Abbey adalah sebuah permata langka di Barat. Ini adalah sebuah biara Buddhis tempat para biarawati, biarawan dan perumahtangga mempelajari ajaran Buddha dan mempraktikkannya bersama-sama dalam sebuah komunitas spiritual.

Keindahan Sravasti Abbey

Kuan Yin Phu Sa

Narator:
Sravasti Abbey adalah sebuah permata yang langka di Barat. Ini adalah sebuah biara Buddhis tempat para biksuni, biksu dan perumahtangga belajar ajaran Buddha dan mempraktikkannya bersama-sama dalam komunitas spiritual.

Melalui meditasi, studi dan pelayanan, baik untuk komunitas lokal maupun dunia yang lebih luas, Sravasti Abbey berupaya memenuhi slogannya “Menciptakan Kedamaian di Dunia Yang Kacau.”

Sejak masa kehidupan Buddha, Dharma hanya berkembang dimana ada komunitas monastik yang giat. Oleh sebab itu, seorang biksuni Amerika, Thubten Chodron, mendirikan Sravasti Abbey di bagian Barat Laut Amerika pada tahun 2003.

Venerable Thubten Chodron:
Sangha tinggal bersama dalam sebuah komunitas, sehingga ada tempat sehingga orang-orang dalam masyarakat dapat… Anda tahu, mereka berpikir, “Oh, kemana saya pergi untuk mempelajari Dharma?”

“Oh, ada sebuah biara di sini yang saya dapat kunjungi dan di sana ada orang-orang yang berkomitmen dalam hidupnya untuk belajar dan berpraktik Dharma.

Dan meskipun saya tidak ada di sana, saya dapat ingat bahwa mereka ada di sana – berlatih, belajar dan bermeditasi – dan itu memenuhi hati saya dengan rasa syukur dan harapan.

Narator:
Meskipun latihan monastik adalah fokus Sravasti Abbey, perumahtangga selalu disambut untuk datang ke Sravasti Abbey untuk kunjungan singkat atau tinggal untuk jangka waktu panjang.

Dahulu kala, Sravasti adalah sebuah tempat di mana komunitas biksu dan biksuni berlatih bersama-sama secara berdampingan. Di era modern, Ven. Thubten Chodron meminta Yang Mulia Dalai Lama untuk memberi nama untuk biara baru yang menjadi visi Ven. Chodron di Amerika Serikat. Dalai Lama memilih “Sravasti Abbey.”

Beliau menulis, “Saya tersentuh dengan pendirian Sravasti Abbey. Sekarang biksuni Thubten Chodron telah bertekad untuk menyediakan sebuah kondisi dimana monastik Barat dapat menjalankan latihan yang telah ditunjukkan oleh guru kita Buddha Sakyamuni, dengan penuh suka cita saya memberikan dukungan saya, dan mendorong pihak lain yang memiliki ketertarikan yang sama untuk melakukan hal serupa.”

Buddha mengajarkan bahwa untuk menyebarkan Dharma, kita membutuhkan empat lapisan sangha, yaitu biksu dan biksuni serta perumahtangga laki-laki dan perempuan.

Hari ini ada banyak pusat-pusat Dharma untuk perumahtangga di Barat. Sekarang, waktunya telah tiba bagi pembangunan dan dukungan kepada biara untuk memastikan bahwa ajaran Buddha dapat berakar kuat di sini.

Secara historis, Monastik bertanggungjawab untuk melestarikan ajaran Buddha.

Para biksu dan biksuni adalah murid Dharma penuh waktu dan seumur hidup yang mempelajari kitab suci dan berusaha untuk merealisaskan ajaran di dalam pikiran mereka sendiri. Hidup dengan aturan moralitas, mereka berkontribusi untuk budaya tanpa kekerasan. Berkomitmen untuk hidup sederhana, mereka adalah teladan untuk kehidupan berkelanjutan. Monastik yang terlatih juga menjadi guru Dharma, memberi manfaat bagi orang banyak dengan mengajarkan Dharma dan membimbing mereka dalam latihan.

Biara adalah sebuah tempat dimana masyarakat tahu bahwa orang-orang berlatih kebaikan dan welas asih. Ini menginspirasi mereka untuk melakukan hal yang sama dalam kehidupan mereka.

Praktik Dharma adalah inti dari Sravasti Abbey. Kami bermeditasi bersama setiap hari dan menghabiskan musim dingin dengan Retret Keheningan. Kami menerima ajaran Dharma setiap hari dan mempelajari aturan hidup monastik Tahapan Sang Jalan dari Tje Tsongkapa dan filosofi Buddhis.

Dari landasan ini, kami berlatih untuk melakukan setiap tugas – dari memberikan persembahan hingga menyunting video ceramah hingga mengumpulkan kayu bakar – dengan nilai Buddha tentang tidak-menyakiti, sadar-penuh, welas asih dan pelayanan kepada semua makhluk.

Sravasti Abbey tradisional dalam menjaga ajaran Buddha dan menjaga jadwal yang displin. Sravasti Abbey innovatif dan merangkul kesetaraan gender, menggunakan teknologi untuk berbagi Dharma, dan terlibat dalam pelayanan sosial sebagai elemen-elemen kunci dalam kehidupan komunitas. Kami menawarkan dukungan spiritual melalui program Dharma di penjara dan melayani di tingkat lokal untuk membantu remaja-remaja tuna wisma.

Abbey mempublikasikan ajaran Dharma di Internet hampir setiap hari, dan kami mendukung Ven. Chodron dalam menulis dan menerbitkan buku-buku Dharma yang dibaca di seluruh dunia.

Retret Musim Dingin terbuka bagi murid yang berpengalaman, dan kami menawarkan ajaran dan retret yang lebih singkat sepanjang tahun bagi murid baru maupun murid-murid menengah dan lanjutan.

“Menelusuri kehidupan monastik” adalah program tiga minggu yang dilakukan setiap tahun dimana murid-murid Dharma dapat mempertimbangkan aspirasi mereka sebagai monastik.

Program Tahunan “Menelusuri Ajaran Buddha” bagi anak muda usia 18-29 yang ingin belajar Dharma dan bertemu dengan rekan sebaya yang punya ketertarikan yang sama terhadap pertanyaan-pertanyaan spiritual.

Pengunjung selalu disambut untuk datang dan berbagi kehidupan sehari-hari kami dan berlatih bersama dengan komunitas.

Kami menyambut teman baru ke Sravasti Abbey. Silahkan bergabung bersama kami. Daftarkan diri anda secara daring untuk E-News bulanan, daftarkan ke Youtube dan kanal siaran langsung, atau ikuti kami di Facebook. Dengan belajar, berlatih, tekun belajar dan melayani bersama-sama, kita akan mampu menciptakan kedamaian di dunia yang kacau.

Find more on these topics: , , , ,