Menyembuhkan kepercayaan yang rubuh

Print Friendly, PDF & Email

Bagian dari seri diskusi Bodhisattva’s Breakfast Corner mengenai kepercayaan

  • Bagaimana menyembuhkan hubungan kepercayaan dalam suatu pernikahan
  • Penyesalan tulus dan kejujuran yang terbuka sangat penting untuk memperbaiki hubungan

Menyembuhkan kepercayaan yang rubuh (download)

10-08-12 Healing Broken Trust – BBCorner

Hari ini saya menerima email dari seorang teman yang sudah menikah, istrinya adalah teman dekat saya, dan suaminya juga teman saya. Email tersebut juga diteruskan ke istrinya, di dalamnya dia mengatakan bahwa dia telah bersikap tidak baik dalam pernikahannya dan telah mengelabui istrinya dengan menumbuhkan kemelekatan emosional yang cukup besar terhadap wanita lain melalui Facebook, yang kemudian berkembang menjadi pertemuan makan siang, dan selanjutnya.

Dia telah banyak mengeluarkan uang untuk membeli peralatan elektronik dan komputer serta tidak memberitahu istrinya mengenai pengeluaran ini. Sekarang setelah semuanya terbongkar, dan istrinya mengetahui segalanya, situasi menjadi kacau. Istrinya tidak lagi memercayainya, dan dia merasakan banyak sekali penyesalan.

Selama proses ini, dia selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia tidak bersalah. Bahwa hubungannya dengan wanita lain – nampaknya tidak ada hubungan seksual, namun jelas bahwa ada energi itu – dia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia hanya menjadi mentor, menolong wanita tersebut dalam berbagai proyek, memberikan nasihat, dia sama sekali tidak berselingkuh dari istrinya. Namun ketika istrinya mengetahui apa yang dia lakukan, ia sadar bahwa ia benar-benar sudah berselingkuh. Dia merasa sangat bersalah, dan sekarang dia sangat takut kehilangan istrinya, istrinya akan cuci tangan dan berkata, “selamat tinggal”. Jadi dia menulis untuk mencari pertolongan.

Mengapa saya menceritakan hal ini kepada kalian, adalah karena sebelum kita mulai di akhir pekan, saya sudah memberikan ceramah mengenai kepercayaan dan cerita ini mengenai kepercayaan. Dalam hal ini adalah kepercayaan pada hubungan pernikahan, namun juga dalam komunitas, kita memiliki suatu kepercayaan yang mengikat kita bersama, bahwa kita berusaha bersama-sama untuk mencapai tujuan yang sama. Jika seseorang di dalam komunitas mulai menuliskan email kepada orang lain di luar komunitas dan menumbuhkan hubungan emosional dengan orang tersebut, maka mereka akan mulai melakukan hal-hal yang aneh. Pada akhirnya komunitas akan mengetahui hal tersebut, dan komunitas akan merasa kepercayaan mereka telah dikhianati. Alih-alih bekerja bersama-sama, menuju arah yang sama, salah seorang justru terjun ke dalam kemelekatan, yang benar-benar berkebalikan dari apa yang kita jalani bersama, ke mana kita semua berjalan.

Dalam situasi seperti itu, dan dengan Facebook dan internet, mempermudah terjadinya perselingkuhan. Itulah salah satu sebab mengapa kita memiliki peraturan di wihara mengenai seberapa banyak email yang bisa dikirimkan oleh seseorang, seberapa sering mereka bisa menggunakan internet, dan bahwa tidak ada seorangpun disini yang memiliki akun Facebook, dan kita tidak membuka Facebook, kecuali untuk hal-hal yang berhubungan dengan wihara. Hal ini melindungi benak kita supaya tidak berkelana ke situasi seperti itu, karena hal itu sangat mudah terjadi pada benak kita.

Kemudian muncul pertanyaan, dalam situasi seperti pria di atas, yang bisa saja terjadi pada siapa pun, maka apa yang harus kita lakukan? Ketika kita telah melakukan tindakan yang menghilangkan kepercayaan, kemudian kita menyadari apa yang telah kita lakukan, bagaimana kita menebus kesalahan? Di sisi lain, pertanyaan juga muncul, ketika seseorang telah kehilangan kepercayaan kepada kita, bagaimana kita menangani situasi tersebut? Bagaimana kita memutuskan apakah kita akan terus berhubungan dekat dengan orang tersebut atau tidak? Kemudian bagaimana kita menyembuhkan rasa sakit dalam situasi seperti itu? Sebagai manusia, kita sering bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan ini, karena beberapa di antara kita telah menghilangkan kepercayaan seseorang, dan juga mengalami saat di mana seseorang menghilangkan kepercayaan kita. Bukankah begitu? Setidaknya hal ini benar untuk saya.

Dalam situasi di mana kita adalah pihak yang menghilangkan kepercayaan seseorang, saya pikir, tentu saja hal yang paling penting adalah rasa penyesalan yang nyata dan tulus. Saya sangat terkesan dengan email pria ini, karena ia menjelaskan seluruh kejadian, sampai ke detail-detail spesifik mengenai apa yang telah ia lakukan. Dia tidak hanya mengatakan, “Saya memulai hubungan emosional dengan seseorang dan sekarang saya tidak ingin melakukannya lagi”. Tidak. Dia menjabarkan seluruh kejadian. Kejadian pengeluaran ekstra, dia menjelaskan seluruhnya. Saya sangat menghargai hal tersebut, seperti yang saya katakan, email itu dikirimkan kepada saya, tetapi juga diteruskan ke istrinya. Dia tidak menutup-nutupi.

Jadi saya sangat menghargai bahwa dia berkata, “Inilah apa yang sudah saya perbuat, perbuatan saya buruk, tidak terhormat, dan saya merasa sangat menyesal dan berduka. Saya sungguh-sungguh mencintai istri saya, dan saat ini saya sangat takut kehilangan dia.” Kejujuran seperti itu merupakan langkah pertama penyembuhan, saya rasa. Dia menanyakan praktik buddhis yang bisa dilakukan, dan bagaimana ajaran Buddha bisa membantunya, karena sudah sejak lama istrinya mendorong dia untuk tertarik pada Dharma.

Dia telah bermeditasi, namun sekarang dia benar-benar ingin melakukan sesuatu yang dapat mengubah kebiasaan dan kecenderungan serupa dalam dirinya. Saya rasa, penyesalan, keinginan untuk berubah, kemudian seperti yang dikatakan istrinya, tindakan berbicara lebih lantang dibandingkan kata-kata. Istrinya tidak puas hanya dengan kata-kata. Ia ingin melihat apa yang akan dilakukan suaminya. Dalam praktik penyucian, hal ini merupakan tindakan penyembuhan. Bukankah begitu? Kita memiliki penyesalan, perbaikan hubungan, menumbuhkan keyakinan untuk tidak melakukan hal yang sama, kemudian tindakan penyembuhan. Praktik ini juga muncul dalam situasi pria tersebut di mana ia berusaha memperbaiki hubungan dengan istrinya.

English version: Healing broken trust

Find more on these topics: , , , , , , , , ,