37 Praktik Bodhisattwa

Print Friendly, PDF & Email

Ditulis oleh biksu Tibetan dan Bodhisattwa Gyelsay Togmay Zangpo (1295-1369). Terjemahan ini dikutip dari The 37 Practices of Bodhisattvas, ceramah lisan dari Geshe Sonam Rinchen, diterjemahkan dan disunting oleh Ruth Sonam pada tahun 1997, dengan persetujuan dari penerbit Snow Lion, di Ithaca, New York

Namo Avalokiteshvara (3x)

  1. Setelah memperoleh perahu pembebasan serta kebahagiaan yang langka ini
    Dengar, renungkan, serta meditasikan tanpa henti siang dan malam
    Untuk membebaskan diri anda sendiri dan orang lain,
    dari lautan siklus kehidupan (lautan samsara)
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  2. Kemelekatan pada orang yang anda cintai akan membuat anda terpilin seperti air
    Membenci musuh akan membuat anda terbakar seperti api
    Dalam gelapnya kebingungan, anda lupa mana yang harus diambil dan mana yang harus disingkirkan
    Tinggalkanlah kenyamanan (tempat kediaman /zona nyaman)
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  3. Dengan menghindari objek-objek yang buruk, maka emosi-emosi yang meresahkan secara bertahap akan berkurang
    Jika tidak mendapat gangguan, maka aktivitas yang baik akan bertambah secara alami
    Dengan kesadaran jernih, keyakinan tehadap ajaran (marga) akan muncul
    Menyepilah.. (andalkan keheningan)
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  4. Orang-orang yang dicintai, yang telah menemani sejak lama, akan terpisah juga
    Kekayaan, yang diusahakan dengan susah payah tidak akan dibawa
    Kesadaran, sang tamu akan meninggalkan jasmani yang merupakan rumah
    Jangan melekat pada hidup ini
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  5. Saat anda berteman dengan orang-orang tententu, tiga racun terus berkembang
    Aktivitas mendengar, merenung, dan bermeditasi anda akan menurun (melemah)
    Dan racun-racun kehidupan ini akan membuat anda kehilangan kasih dan welas asih
    Tinggalkanlah teman-teman yang tidak baik
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  6. Saat bersandar pada guru spiritual, maka anda akan berhenti melakukan kekeliruan
    Dan sifat-sifat baik anda akan bertumbuh, seperti bulan purnama
    Hormatilah guru-guru spiritual
    Hargai mereka melebihi dirimu sendiri
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  7. Memenjarakan diri di dalam siklus kehidupan
    Dewa duniawi mana yang dapat memberikan perlindungan kepadamu?
    Dengan demikian saat mencari perlindungan
    Berlindunglah kepada Tiga Permata, yang tidak akan mengkhianatimu
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  8. Si penakluk mengatakan bahwa semua penderitaan yang tak tertahankan
    Yang berasal dari kelahiran kembali yang buruk
    Merupakan buah dari tindakan negatif
    Karena itu, janganlah melakukan tindakan negatif
    Bahkan jika nyawamu adalah taruhannya.
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  9. Seperti embun yang bergulir diujung daun, kenikmatan dari tiga alam
    Hanya berselang sebentar dan hilang dalam sekejap
    Kebebasan tertinggi tak pernah berubah.
    Arahkan tujuanmu pada hal ini.
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  10. Saat ibu anda, yang mengasihi anda sejak masa yang tak berujung pangkal
    Sedang menderita, bagaimana engkau bisa bahagia?
    Oleh sebab itu, untuk membebaskan tak terhingga mahluk hidup
    Binalah semangat altruistic (bodhicitta)
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  11. Segala penderitaan berasal dari keinginan untuk membahagiakan diri sendiri
    Para Buddha yang sempurna dilahirkan dari pemikiran untuk menolong orang lain
    Oleh karena itu, tukarlah kebahagiaan bagi diri sendiri dengan penderitaan-penderitaan mahluk lain
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  12. Bahkan jika seseorang terdorong keinginan tak tertahankan,
    Untuk mencuri kekayaan anda atau menyebabkannya hilang
    Sumbangkanlah diri atau milik anda,
    Dan semua kebajikan-kebajikan yang telah anda lakukan di masa lalu, sekarang dan masa mendatang
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  13. Bahkan jika seseorang mencoba untuk memotong kepala anda
    Saat anda tidak melakukan kekeliruan sedikitpun
    Didasarkan pada welas asih, ambillah dan tanggunglah semua kekeliruannya
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  14. Bahkan jika seseorang menyebarluaskan segala hal yang tidak menyenangkan
    Tentang anda hingga ketiga ribu dunia
    Balaslah dengan pikiran penuh kasih
    Bicarakan semua sifat baiknya
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  15. Walaupun seseorang menghina dan mengucapkan kata-kata kasar
    Tentang anda didepan umum
    Anggaplah ia sebagai guru spiritual anda
    Hormatilah ia dengan kerendahan hati
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  16. Bahkan jika seseorang yang anda sayangi seperti anak sendiri, memandang anda seperti seorang musuh
    Limpahkanlah welas asih padanya
    Seperti seorang ibu merawat anaknya yang sedang sakit.
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  17. Jika seorang yang setara atau lebih rendah
    Menghina harga diri anda
    Tempatkan ia selayaknya guru spiritual anda
    Dengan hormat seperti mahkota di kepala anda
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  18. Walaupun anda kekurangan dan berada dalam kondisi terhina
    Terhimpit oleh sakit fisik maupun non fisik yang berbahaya
    Tanpa putus asa, tanggunglah semua keburukan (hal-hal negatif)
    Dan penyakit (penderitaan) semua mahluk hidup
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  19. Walaupun anda terkenal dan dihormati oleh semua,
    Dan anda memiliki kekayaan yang sama seperti dewa Vaishravana
    Lihatlah bahwa kekayaan duniawi bersifat hampa
    Dan janganlah bersikap sombong
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  20. Saat musuh berupa kemarahan didalam diri sendiri tidak berhasil ditaklukkan
    Walaupun telah mengalahkan musuh anda diluar sana,
    Musuh itu akan terus berdatangan dan bertambah banyak
    Oleh karena itu kerahkanlah pasukan kasih dan welas asih
    Dan taklukkan batinmu (pikiran) sendiri
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  21. Kenikmatan-kenikmatan indrawi ibarat air asin
    Semakin banyak anda minum, semakin bertambah rasa hausnya
    Tinggalkanlah, karena membuat anda tercengkeram dalam kemelekatan (objek)
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  22. Apapun yang muncul, itu adalah pikiran anda sendiri
    Pikiran anda sejak awal bersih dari ekstrem-ekstrem palsu
    Dengan memahami hal ini, tidak perlu dipikirkan
    Tanda-tanda (inheren) dari subjek dan objek
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  23. Saat anda menemui sebuah objek yang menarik
    Walaupun semua itu kelihatan indah
    Seperti pelangi di musim panas, jangan memandangnya sebagai suatu yang nyata
    Dan lepaskanlah segala kemelekatan
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  24. Sebuah wujud penderitaan adalah seperti menghadapi kematian anak dalam mimpi
    Menggenggam penampakan yang sepertinya nyata akan membuat anda letih
    Oleh karena itu saat anda menemukan keadaan yang tidak menyenangkan
    Lihatlah semua itu sebagai ilusi
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  25. Saat mereka yang ingin mencapai ketergugahan bahkan harus mengorbankan tubuhnya
    Tidak perlu menyebut hal-hal diluar.
    Dengan demikian tanpa mengharap balasan atau hasil.
    Berikanlah dengan murah hati.
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  26. Tanpa etika (sila), anda tidak akan mencapai kesejahteraan anda sendiri
    Sehingga harapan untuk memberikan kesejahteraan kepada yang lain hanya lelucon
    Oleh karena itu, tanpa aspirasi duniawi
    Pertahankanlah moral atau disiplin etika anda
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  27. Bagi para bodhisattwa yang ingin mengumpulkan banyak kebajikan
    Mereka yang ingin menjahati adalah layaknya harta yang berharga
    Karena itu, mempraktikkan kesabaran kepada mereka semuanya
    Tanpa kebencian (kemarahan)
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  28. Setelah menyaksikan bahkan Pendengar dan Perealisasi soliter,
    Yang mencapai pembebasan demi diri sendiri,
    telah berjuang seperti memadamkan api diatas kepala mereka,
    melakukan usaha yang antusias demi kebahagiaan semua mahluk hidup
    adalah sumber dari segala sifat baik
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  29. Memahami bahwa emosi yang meresahkan dapat dimusnahkan (dihentikan)
    Dengan pandangan terang (vipashyana) yang dibarengi keheningan sejati (shamantha),
    Binalah konsentrasi (Samadhi) yang melampaui
    Empat alam tanpa bentuk (Dhyana Arupadhatu)
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  30. Tanpa Kebijaksanaan (prajnaparamita), kelima paramita lainnya
    Tidak memadai untuk merealisasi penggugahan sempurna.
    Kembangkanlah kebijaksanaan (prajna) yang disertai keterampilan.
    Dan tidak mempersepsikan tiga hal yang saling berkaitan (subjek, objek dan tindakan) sebagai sesuatu yang nyata
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  31. Jika tidak mengkaji ulang kekeliruan anda sendiri
    Anda mungkin terlihat seperti seorang praktisi, tapi sesungguhnya bukan
    Oleh karena itu, selalulah kaji ulang kekeliruan-kekeliruan anda sendiri
    Dan akhirilah (kekeliruan) itu.
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  32. Jika karena pengaruh emosi-emosi yang meresahkan
    Anda menuding kekeliruan-kekeliruan bodhisattwa lain
    Anda sendirilah yang akan mengalami kemunduran,
    Karena itu jangan membicarakan mereka yang telah memasuki jalan Mahayana (kendaraan besar)
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  33. Penghargaan dan penghormatan seringkali membuat kita bertengkar (berselisih paham)
    Dan membuat pendengaran, perenungan dan meditasi merosot.
    Karenanya lepaskanlah kemelekatan pada kawan, kerabat dan para penolong/dermawan
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  34. Kata-kata kasar akan meresahkan batin orang lain
    Dan menyebabkan kemunduran dalam menjalani praktik bodhisattwa
    Karenanya, tanggalkanlah ucapan-ucapan kasar
    Yang tidak nyaman bagi orang lain
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  35. Emosi-emosi meresahkan yang telah menjadi kebiasaan,
    Sangatlah sukar untuk dicegah.
    Persenjatai diri dengan penangkalnya, yaitu dengan sadar penuh dan waspada.
    Enyahkan emosi yang meresahkan seperti kemelekatan,
    Seketika, disaat kemelekatan itu muncul.
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  36. Singkatnya, apapun yang sedang anda lakukan
    Tanyakan pada diri sendiri “bagaimana kondisi pikiranku?”
    Dengan senantiasa sadar penuh dan waspada
    Anda dapat memberi manfaat pada mahluk lain.
    Inilah praktik para Bodhisattwa

  37. Untuk menghilangkan penderitaan para makhluk yang tak terhingga jumlahnya
    Dengan pemahaman bahwa tiga lingkaran (pelaku, objek, tindakan) adalah shunya
    Dedikasikanlah semua kebajikan yang dihasilkan dari upaya ini.
    Demi mencapai ketergugahan
    Inilah praktik para Bodhisattwa

Syair ini juga tersedia dalam Bahasa Inggris: The 37 Practices of Bodhisattvas

Find more on these topics: , , , , , , , ,